Tim Penyelamatan Gabungan Indonesia Keren banget
Sepekan terakhir public digemparkan dengan penyelamatan dramatis di pondok pesantren Al Khoziny sidoarjo Jawa Timur. Kali ini saya mau menyoroti dari sisi Basarnas, Damkar, BNPB, PMI, beserta seluruh relawan.
Saya terharu dan menangis betapa dulu tayang drakor DESCENDANT OF THE SUN yang juga melakukan penyelamatan gabungan di reruntuhan gempa bumi, mengambil tempat di afghanistan daerah konflik dengan latar kapten tim dokter dan kapten pasukan khusus PBB. Film Ini keren banget semua penyelamatan dilakukan selama 6 hari dengan korban ratusan orang, dan peralatan demikian canggih juga menggunakan sonar untuk mendeteksi tanda tanda kehidupan di bawah reruntuhan.
Selain DOTS latar belakang drakor yang mengambil tema penyelamatan juga ada di Dracin Firework of My Heart sama juga kerjasama antara dokter dan kapten petugas Damkar, lalu ada juga di Drakor Romantic DOCTOR 2.
Dari beberapa film asia itu saya amat terkesima mulai dari tehnik identifikasi, rapat gabungan dan penyelamatan yang memang awalan harus dilakukan secara manual dengan perslatan seadanya sembari mengejar golden time atau harapan hidup selama kurang lebih 72 jam sejak kejadian, saya amat takjub melihat ide penyelamatan dan peralatan yang digunakan.
Lalu kemarin saat berita ini hangat saya amat takjub ternyata rim SAR/Basarnas sama sekali tidak kalah dengan apa yang saya saksikan di drama drama asia.
Setelah saya cek ternyata TIM SAR Indonesia menduduki peringkat ke-7 di dunia dalam hal kemampuan pencarian dan penyelamatan (SAR). Peringkat ini menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki kemampuan SAR yang sejajar dengan negara-negara lain di dunia, baik dari segi sumber daya manusia maupun peralatan.
Pencapaian ini tidak terlepas dari keberhasilan tim SAR Indonesia dalam melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, seperti pada kasus pesawat Air Asia beberapa waktu lalu. Kerja sama yang baik antara Basarnas, TNI-Polri, pemerintah, dan potensi SAR lainnya menjadi kunci sukses dalam operasi tersebut.
Dalam skala regional Asia Pasifik, Indonesia juga menempati posisi yang baik, yakni peringkat ke-4 bersama dengan Singapura, Amerika Serikat, dan Australia, berdasarkan hasil perekaman Status Search And Rescue (SAR Status) Tahun 2022 oleh Kantor International Civil Aviation Organization (ICAO) Regional Asia Pasifik.
Makanya saat kmarin melihat betapa ibu Risma di Lokasi berdialog, dan penjelasan dari tim sar saya amat kagum dengan apa yang dilakukan, luar biasa dan sangat membanggakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar