Rabu, 03 September 2025

Asma

Tiba Tiba Asma, Kok Bisa ? 


Haii baca judul lalu apa yang terlintas? Begini sedari kecil tidak pernah punya riwayat asma, lalu setelah dicek keatas baik papa atau mama juga keduanya tidak menurunkan secara genetik, lalu darimana dokter bisa menyimpulkan aku bisa mengidap asma secara tiba tiba ? 


Ini dimulai setahun yang lalu saat sekeluarga terserang batuk flu demam luar biasa, minum obat warung tidak kunjung sembuh lalu kami berobat ke faskes 1 dahulu, sampai akhirnya kami pun liburan sekeluarga di puncak udara dingin membuat nafas begitu lega dan rasa sesak berkurang jauh, namun batuknya masih luar biasa heboh sampai akhirnya aku tersadar ada darah yang ikut keluar di dahak. 


Setelah liburan aku kembali ke klinik dan menceritakan yang terjadi kemudian rujukan itu dibuat, halyang pertama aku diminta untuk cek darah terlebih dahulu karena ini mengarah ke suspect TB setelah hasilnya ada indikasi mengarah ke positif, maka dokter meminta untuk melakukan tes rontgen ternyata memang agak sedikit kotor, sampai akhirnya diminta untuk tes lab untuk mengecek kultur dahak, Alhamdulillah Di tes terakhir ini negatif. 


Maka dokter hanya meresepkan obat sesuai gejala


Yang paling gong adalah obat ini harus dihisap dua kali sehari pagi dan malam meskipun tanpa rasa sesak sama sekali, dan untuk satu botolnya harganya mencapai net Rp. 774.000 , - dan habis dalam setengah bulan pemakaian. Lalu obat ini juga masuk dalam golongan obat keras yang hanya bisa diberikan dengan resep dokter serta tidak bisa berhenti tiba tiba melainkan harus bertahap. 


Praktis karena hal itu sampai saat ini aku masih menjadi pasien tetap dari dr. spesialis Paru. 


Awal mula diagnosa dokter adalah penyakit paru kronis, namun untuk mencari tahu sebab sesak dan batuk terus menerus ini ternyata ada kaitannya dengan berbagai masalah, sehingga dokter memintaku untuk memilah gejala sesuai kondisi, 

  • apakah setelah lelah seharian beraktifitas lalu sesak napas ini kambuh ? 

  • Apakah setiap pagi selalu ada cairan di hidung yang menyebabkan bersin berkepanjangan ? 

  • Bagaimana reaksiku terhadap debu ketika menyapu atau diruangan yg penuh partikel debu? 

  • Bagaimana reaksiku terhadap boneka atau bahan wool? 

  • Bagaimana reaksi tubuh saat di tempat dengan suhu dingin yang ekstrim ? 

  • Bagaimana jika tidak sengaja terpapar berbagai jenis asap ? 


Dan ternyata hampir semua itu aku jawab dengan kata iya dok saya agak sesak, laludokter juga bertanya lagi apakah ada suara mengi atau “ngik” pada saat batuk berkepanjangan ? Dan lagi lagi kujawab dengan kata “ Iya dok”, maka sementara kesimpulan dokter adalah aku mengidap Asma meski tidak diturunkan dari siapapun di keluarga. 

Hasilnya saat ini harus siap setiap sebulan sekali menjadi pasien rawat jalan untuk menebus si “symbicort” itu dan dokter akan memeriksa berkala apakah ada gejala ke arah yang lebih baik maupun indikasi sembuh dari sesak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar