Gadisku Kesayanganku
Jelang operasi caesar yang pertama banyak sekali drama mulai dari telur sekilo yang baru saja dibeli pecah saat suami terlalu panik karena tersadar istrinya mau dioperasi, lalu jalan jalan keliling ke rumah orang tua dan jalan jalan disekitaran rumah sambil cari makanan apapun yang mau aku makan karena besoknya sudah harus puasa, posisi saat itu aku melahirkan via jamsostek kelas 3 karna saat itu kami masih merintis karir, dengan perkiraan estimasi biaya kelahiran melalui jalan operasi sekitar 15 juta rupiah di tahun 2012 sudah cukup besar untuk berbagai penyulit.
Subuh kami berangkat ke RS di daerah rawalumbu dengan diantar kedua orang tuaku saat itu masih berboncengan motor, danaku menjalani serangkaian pemeriksaan terakhir sebelum akhirnya naik ke meja operasi dan menerima bius punggung yang konon katanya akan meninggalkan rasa sakit seumur hidup, akhirnya setelah tersadar sudah berada di ruang operasi yang begitu mencekam satu persatu rasa sakit mulai kurasakan pertama pemasangan kateter, lalu bius punggung saat aku masih sibuk dengan berbagai sensasi rasa dalam otakku tiba tiba terdengar suara tangis bayi, dan dokternya mengucapkan selamat ya bu…
Loh sudah lahir ya dok, kapan keluarnya dia? Kok gak ada rasa apa apa kenapa cepat sekali kayaknya baru aja terbaring ? Dan Pertanyaan pertanyaan lainnya masih terngiang sampai akhirnya entah seorang suster atau bidan mengabari bahwa kondisi bayiku agak gawat karena ternyata setelah diobservasi agak membiru karena meminum air ketuban. Dan untuk penanganannya harus masuk inkubator selama kurang lebih dua jam sambil terus dipantau dan hal ini memupuskan harapan untuk inisiasi menyusui dini.
Keadaanku juga dipantau kurang lebih selama satu jam pasca oprerasi selesai karena dikuatirkan timbul pendarahan, sementara suamiku langsung pamit pulang untuk mengurus penguburan ari ari dirumah kami, kagetbukan main saat diceritakan oleh bidan ari ari utu sudah dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kendi yang bersamaan dengannya dibumbui oleh berbagai rempah, agak lucu karena ibarat mau digoreng semua rempah itu disarankan ikut dikuburkan, belakangan baru kuketahui itu adalah sebagai sarana penghilang bau anyir darah dari plasenta atau ari ari yang kemungkinan sedang proses membusuk.
Selang beberapa jam kemudian mertuaku hadir dengan membawakan sepasang anting yang akan dipasangkan ke telinga bayi cantik itu.
Selesai semua? Ternyata belum sampai di ruang perawatan kembali drama dan asiku ternyata tersendat dan tidak bisa langsung keluar, pihak RS yang saat itu bekerjasama dengan perusahaan susu formula menawarkan agar aku dan suami disarankan untuk bisa segera membeli susu agar bayiku tidak kehausan katanya.
Dan suamiku terpaksa menuruti keinginan para perawat itu dengan memberikan satu box sufor lengkap beserta dot yang akhirnya juga diberikan kepada pihak Rumah sakit, tapi entah kami tidak bisa memantau apakah sufor itu benar benar diberikan ke bayi kami atau tidak.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar