Quality Time Yang dipaksakan…
Sebagai pasangan yang sudah 15 tahun menikah dan mempunyai 4 orang anak, yang 3 diantaranya masih Toddler dan laki laki, tentu kebayang repotnya. Ketimbang peran ibu malah mirip peran sebagai komandan militer yang selalu teriak memberi perintah.
Mulai dari bangun lalu ke masjid sholat subuh, lanjut mandi dan sarapan, lalu seperti aba aba cek kelengkapan pada tim paskibra saat PBB kak bekal abang mana tasnya, Aabuku PRnya sudah dimasukan belum, sampai ke kaos kaki dan sepatu… semua harus disebut dan anaknya pun super santai meski jam menunjukan 15 menit lagi bel sekolah berbunyi.
Lalu anehnya meski agak keras, tak ada satupun dari mereka yang kepingin udahan aja menjadikan kami sebagai orang tuanya atau malah ngambek mau cari orang tua yang lain.
Sebagai orang tua kami ikhtiarkan jalur langit mulai dari puasa sampai selalu berdoa agar apapun yang terucap selalu yang baik baik dan tidak ada menghina bahkan membully anak sendiri. Kami berusaha agar mereka semua siap mandiri dan hidup tanpa keberadaan kami orang tuanya.
Lalu kapankan waktu kami ngobrol berdua saja sebagai pasangan,tentu cinta dan rasa saling memiliki itu harus terus diupayakan meski kami sibuk dengan tugas masing masing. Sungguh ngobrol berduaan atau sekedar beli kopi berdua saja meski itu tidak jauh dari rumah, tapi adalah hal yang benar benar kami usahakan, berdua tanpa anak, berlatih agar semua bisa diobrolkan mulai dari hal hal yang amat sepele dan tidak penting. Karena Kami sadar bahwa kedekatan emosional pasutri itu akan menguap karena setiap hari sibuk meneriaki anak supaya tetap lurus dan tidak keluar jalur tapi kami lupa pada jiwa kami yang ternyata juga butuh stress release, berusaha menjadikan pasangan hidup sebagai sahabat sejati tempat bercerita dan berbagi apapun, sehingga rasa sayang dan rasa ingin dicintai itu tetap hadir, rasa deg degan saat menanti kepulangannya atau rasa bahagia melihat wajahnya tetap ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar